Wisata Musium Saringan Mec Sragen

1. Menuju Sangiran Satu

Menjadi alasan murid MEC Sragen termasuk ustad dan mentor kami untuk memilih salah satu pariwisata yang berada di kota Sragen ini, diawali perjalanan dari tempat kami desa Jatirejo kota Gemolong mengendarai mobil pesantren sendiri, yang kurang lebih 1-2 jam perjalanan ke musium sangiran.

Tapi ada rasa yang tidak enak juga saat perjalanan karena kita belum makan siang. Memang belum sempat di kata dan merengek untuk makan, kamipun di pertengahan jalan sudah di ajak kesalah satu tempat makan yang ada, memang insting ustad yang penuh pengertian akan kondisi batin kami hm.

Selesai acara makan-makan yang nikmat, perjalanan kami lanjutkan lagi dan sesampainya di musium sana, membuat kami semuah senang dan langsung berdiri di depan tulisan musium untuk foto bersama.

Dan singkat cerita kejadian berfoto-foto ini selesai, kami dengan perasaan hati yang sangat bahagia dan penuh semangat melanjutnya untuk  membeli tiket di loket masuk musium, dengan semuah tiket masuk yang telah di bayar oleh ustad kami.

Dan, yaa senyum tawa kami keluar saat memasuki musium, dengan penuh rasa ingin tau kami menelusuri lingkap-lingkup apa saja yang ada di musium sangiran.

https://caragigih.id

 

Bagi kami ini adalah liburan angkatan empat pertama, pada tahun pembelajaran kami saat berada di MEC Sragen.

Bermodal hp, baju, dan jaket yang sudah kami disiapkan dari asrama jelas kami tak akan menyia-yiakan waktu ini untuk bergaya juga berfoto di musium.

2. Perjalanan yang Indah

http://static.panoramio.com

Selesai berwisata di musium satu yang kiranya sudah cukup, kini kita akan melanjutkan perjalanan selanjutnya menuju ke musium dua sangiran, sahut ustad yang sedang berbicara.

Keluarlah kami dari musium dan segera masuk mobil dengan diawali mengucapkan bismillah do’a berpergian serta anjuran ustad untuk berdoa di dalam perjalanan, seketika itu juga kendaraan kita melaju.

Wussssss.

Mentor yang mengemudi kami para murid yang menikmati enaknya perjalanan, mentor dan ustad fokus mengendalikan mobil dan menatap jalan, sedangkan kami para murid enak-enakan di belakang, ditengah-tengah perjalanan kita berhenti untuk menunaikan ibadah sholat dzuhur di salah satu masjid terlebih dahulu.

Selesai sholat perjalanan langsung kita lanjut, melalui dalanan lurus kami masuk ke jalanan yang naik turun kiri kanan tebing mengisi bola mata kita, sesekali kami semua takjub dengan keindahan liak-liuk alam ini.

http://pernikdunia.com

Dan demi keselamatan di jalan juga terutama keselamatan kami sendiri, mentor dan ustad kami fokus benar di depan kemudi, Karena banyak sekali tikungan curam dan liak-liuk jalan yang tertutupi pepohonan.

Ketika kami para murid yang dibelakang sedang enak-enaknya melihat pemandangan alam indah di jalan, kini mulailah pemandangan indah itu digantikan dengan hamparan sawah yang luas, ditambah orang-orang yang sedang sibuk dengan pekerjaanya ada yang mencangkul ada yang mencelurit rumput, hm sungguh indah ya.

 

Pada saat perjalanan itu teman-teman tak henti-hentinya bercanda di belakang mobil, meninggalkan mentor dan ustad yang selalu fokus di depan mengendarai mobil.

Ketika sedang asik bercanda, ustad berkata kepada kami kalau perjalanan sudah sampai di sangiran dua katanya, sebentarnya perjalanan membuat kami kurang nikmat akan perjalanan indah ini.

3. Musium Utama Sangiran

Satu jam sudah berlalu sebentar perjalanan yang sudah dilewati, kami pun lanjut ke pintu gerbang sangiran dua tempat pembelian tiket masuk menuju musium utama. Ustad mengeluarkan uang lagi untuk membayar tiket kita semuah.

Berjalan sedikit masuk kedalam, ternyata pintu musium sudah menanti untuk menjadi korban wisata foto-foto kita selanjutnya.

Ya dengan rasa ingin masuk musium yang tinggi dari kami, kamipun masuk dan menjelajah, saat itu saya melihat wajah penuh rasa terbelalak terpancar dari imutnya wajah satu persatu teman-teman. Sama seperti yang saya rasakan juga, tapi tidak untuk mentor juga ustad apa yang keluar dan terexpresikan dari wajah mereka berbebeda dari kami.

Mereka hanya tersenyum-senyum kecil, ya mungkin karena mereka sudah sering kesini, yang penting Alhamdulillah kami sampai disini dan bisa melihat-lihat musium. Rencananya hampir sama dengan yang kami lakukan di sangiran satu tadi.

Kita akan menghabiskan waktu disini untuk mengenal tentang peninggalan masa purba dan paling jelas tentunya untuk berfoto-foto ria ya.

 

Tempat yang dinamakan musium ini memang unik, ada berbagai macam mahluk dan hal yang berbeda dari yang selama ini kami pahami, ternyata memang aneh ya, dan berbeda dari kita mahluk purba itu hm.

Sudahlah yang penting kami menemukan tempat yang strategis untuk di jadikan foto bersama, kami menemukan tempat yang bagus dalam dekorasi, setingan, dan pemandangannya juga cukup indah.

Tidak berlangsung lama kamipun menyudahi foto-foto kami di tempat tersebut, dan mulai berburu tempat foto lainnya lagi, rasanya tidak sabar untuk segera pidah lokasi foto ini, pada saat itu mentor yang jadi juru foto harus selalu mengutip pergerakan kami di belakang semuahnya.

Tapi kadang pula dia juga digantikan ustad atau juga teman-teman yang lain Tanpa pikir panjang lagi setelah tiba di tempat fosil yang bagus untuk berfoto, kita langsung berfoto-foto bersama, tempat ini sering dikunjungi karena memang tempat ini memiliki hal yang unik dan lain diantara tempat-tempat yang lainya.

Lama kelamaan kami merasa bosan dan cukup untuk melihat dan berfoto, akhirnya kami semuah memutuskan untuk menyudahi hari-hari dan pulang dari musium ini, pertama keluar pintu belakang musium kami lalu menuju ke tempat suvenir dan penjual lainya.



Saat disana ada yang membeli sesuatu dan ada yang tidak membeli apapun, mungkin ada dari mereka yang ingin membeli barang-barang yang ingin dibeli, tapi ternyata waktu kutanya satu persatu ke mereka ada yang tidak membawa uang sama sekali, makanya mereka tidak bisa membeli apa-apa.

Ya sudah ayo kita pulang saja kata ustad ingin menyudahi kegiatan beli-beli kami, ya berangkatlah langkah kaki menuju parkiran mobil, dan ternyata kukira perjalanan yang kita akan pulang langsung menuju mobil ini.

4. Acara Terahkhir

Ternyata setelah melihat suatu patung purba yang sangat besar dan unik, yang tadinya kami ingin langsung pulang saja, disana kami memutuskan, perjalanan pulang ditunda dahulu dan kegiatan berfoto dimulai lagi, memang kegiatan yang satu ini adalah kegiatan yang aneh dan lucu.

 

 

Foto- foto di tempat itu tidak telukiskan lagi rasanya, foto itupun menjadi album utama perjalanan kami hari ini perjalanan yang menyenangkan di sangiran bersama ustad, mentor, dan kami para murid MEC Sragen.

Tak terasa waktu-waktu indah ini akan segera berlalu, saat berfoto-foto di jalan ustad dan mentor mengajak kami untuk pulang, pada waktu sampai menuju tempat parkir mobil ada seseorang menunggu di samping mobil kami.

 

Ustad lalu bersalaman dengan orang tersebut. Saat kami mendengar percakapan mereka berdua, ternyata orang tersebut adalah ahli pahat batu mulia atau batu apik, orang tersebut adalah kenalan ustad.

Kita semuah lalu di ajak ke tempat produksi orang tersebut untuk melihat-lihat karya batu yang ia miliki, setelah beberapa lama di tempat produksi orang tersebut, kami berpamitan dan kali ini benar-benar langsung pulang menuju asrama tercinta Jatirejo Gemolong city.

Ketika di perjalanan pulang, kita masih sempatkan untuk berfoto di atas mobil dengan menggunakan barang masing-masing yang kita beli di Saringan tadi.

Wisata pertama ini sangat istimewa sekali, kita bisa berliburan bersama semuahnya, ustad, mentor, dan teman-teman ke musium Sangiran Sragen. yaa

SEKIAN.

Tinggalkan komentar